Selamat malam..
Seharian ini yang ada di benak hanyalah kenangan yang pernah terjadi. Ketika semua telah berlalu yang tersisa hanyalah kesunyian dalam hati ini. Tiada lagi kata yang bisa terucap dari lubuk hati yang paling dalam dapat kusampaikan kepada dirimu..
Di sini aku termenung, hanya tercipta bayangan-bayangan akan wajahmu kembali, hanya rasa sakit yang semakin melukai nurani. Semakin lama jiwaku semakin lelah, tiada obat yang dapat menyembuhkannya, kecuali kata maaf darimu
Aku tidak tahu, apakah semua sudah terlambat untuk mengharapkan keberadaan dirimu lagi? Di sini diriku semakin terpuruk dalam kehampaan ruang dan waktu yang tersia-sia, karena aku tidak tahu apakah aku bisa bertemu lagi denganmu
Pernahkah dirimu menyadari betapa sakitnya aku? Betapa sakitnya setelah engkau tidak mau mendengarkan sebuah alasan? Alasan yang sama sekali tidak dapat tersampaikan kepadamu..
Aku hanya dapat merenung, menjalani kehidupan yang seakan-akan hanya rutinitas. Jiwaku masih terus menangis sedangkan tubuhku tertawa, tidak ada sinkronisasi keberadaanku di muka bumi ini.
Kamu benar, kamu pernah mengatakan kita tidak boleh mengatakan hidup ini tidak adil.. Tapi mengapa kenyataannya begitulah adanya? Kau telah membuatku merasakan betapa indahnya hidup ini dan akhirnya kauhancurkan lagi? Setelah sekian lama kucari goresan makna cinta yang kutemukan pada dirimu akhirnya kembali remuk redam, semua kembali menjadi sia-sia, membuatku semakin mengutuk ketidakadilan keberadaanku di muka bumi ini.
Tahukah kamu, kata-katamu dulu itu telah membuatku melayang tinggi? Kata-kata yang membuatku merasakan nikmatnya sejuknya angin di langit.. Mungkin benar kata orang kalau terbang tinggi jatuhnya akan lebih sakit. Saat ini rasanya aku telah bersusah payah terbang hingga tinggi, namun aku telah bertindak bodoh hingga tergelincir jatuh.. sakit sekali, luka baru tercipta walau luka lama tidak akan sembuh.
Sebuah perjalanan yang kutempuh, ribuan rasa pedih yang kudapat. Ingin kuberikan segalanya agar aku dapat mendengarkan satu kata maaf darimu. Iziinkanlah aku bertemu agar dapat menatap wajahmu kembali, walau begitu banyak hal yang ada di benakku, namun begitu sedikit kata yang ingin kuucap..
“maaf..”
Aku tidak tahu mengapa, karena adanya dirimu aku bisa menjadi manusia bodoh. Bersama dirimu serasa jiwaku bergetar membuat otakku tidak dapat bekerja. Namun tanpa maafmu jiwaku serasa sakit, hatiku begitu pedih, sehingga pikiranku juga tak bisa lepas darimu. Apakah dirimu menyadari hal itu? Apakah dirimu memang sengaja berniat membebaskanku dari jeratan perasanku sendiri terhadapmu itu? Tolong, bolehkah aku mengetahuinya?
Tahukah kamu, aku tidak pernah selelah ini, seluruh pikiranku hanya mengharapakan sebuah maaf darimu agar aku dapat menemuimu lagi.. Sebuah kelelahan namun tak dapat membuatku tertidur karena ketakutan akan mimpi buruk menyadari datangnya besok, hari-hari penuh kesakitan, yang entah sampai kapan aku terus begini..
Tolonglah aku agar mimpi buruk ini dapat berakhir..
capek..
selamat malam..
17 Juni 2005.. beberapa menit menjelang tengah malam
-MADX-
Entries (RSS)